Tragedi dari Sebuah Dunia Absurd

You may also like...

3 Responses

  1. galendo says:

    nice post,

    saya juga suka menerka-nerka “sang tokoh kita” :)

  2. haris says:

    agak susah menerka-nerka tokoh kita-nya iwan, mas. eksistensialisme dlm novel iwan harus dibaca dengan cara tertentu supaya bs “nyambung” dg realitas.

  3. wonka says:

    secara kognitif, tokoh kita berkata: inilah realitasnya…das ding an sich

    konteksnya bisa dijejakkan dimana-mana. tubuhnya bisa ditimpakan pada siapa saja…mewakili fase hidup nyaris setiap orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>