Jilbab, Cadar, dan Dewi Persik

You may also like...

20 Responses

  1. low mortgage loan rate says:

    i think you add more info about it.

  2. stocks picking says:

    thats amazing story.

  3. goooooood girl says:

    Good good good……

  4. cool dudes games says:

    yeah! its much better,

  5. Tukang Nggunem says:

    Opo bener to si Mbake aneh kuwi saiki pake jilbab dan cadar? tenane??? opo ra sumuk yo, wong mbaknya pethakilan gitu kok polahe…hahahaha…paling yo cuma dalam rangka ramadhan iki wae bro, coba ditunggu bulan depan masih gak…

  6. Tedy says:

    Setuju, paling2 cuma bln ramadhan ini aja…

  7. haris says:

    To: tukang gunem dan tedy
    justru cuma dipake pas ramadhan itu loh mas, berarti asumsi saya tambah bener!he.

  8. Fajar Indra says:

    hmmm dewi persik? wah, saya sudah terlenjur mensejajarkan dia dengan mbak Sora Aoi dan Maria Ozawa je, jadi saya ndak bisa komentar, nanti subyektif…

    huehuehueheuhue (namanya juga komentar, ya subyektfip :p)

    salam kenal,

  9. Cebong Ipiet says:

    wes susah mas merubah stigma tentang dewi di sel otak saya heuheuheuehu

  10. haris says:

    to: fajarindra
    soro aoi, maria ozawa? sapa tuh (he2. pura2 lugu)

    to: cebongipiet
    iya, saya juga susah merubah stigama ttg si dewi . kadung.he2

  11. ROZI KEMBARA says:

    TUBUH SELAIN MENJADI ARENA BAGI EKSPLORASI SENI, SPIRITUAL, FILSAFAT, IA JUGA MENAJADI LAHAN UNTUK BERDIRINYA KAPITALIS-KAPITALIS IBLIS…!
    YA, TUBUH JADI SEBUAH INDUSTRI BARU YANG MENGGIURKAN….
    DAN TENTANG YANG ANDA TULIS KAWAN, BUKTI TUBUH YANG TERJERAT KAPITALIS. TUBUH YANG TERJAJAH.

  12. Bagus Pras says:

    Bung Fajarindra.., punya koleksinya Sora Aoi dan Maria Ozawa ga? .., he h he he

    Buat pemilik blog:
    Baju adalah media penyesatan, baju seolah mencitrakan diri sang pemakai apapun modelnya.

    Setuju atau tidak, saya suka melihat wanita cantik dengan baju model apapun. Sopan atau tidak sopan adalah selera mata.

    Kabuuuuuuuuuuuur

  13. dind.dhan says:

    wah wah wah….mas haris diam2 suka mengamati dewi persik..hayo!!!!

  14. ivanmuhtar says:

    Kasihan Dewi, dia menjadi pengemis dengan melakukan sesuatu yang tidak membuatnya lebih mulia. Ia justru terhina oleh dirinya.
    Payah juga dunia sekarang ini…………

  15. Haris Firdaus says:

    to: rozi kembara
    tubuh yang terjajah kapitalis? mngkn benar…

    to: bagus pras
    baju juga tak selalu menyesatkan kok

    to: dind.dhan
    kowe punya nic name baru ya ndut? he. lah sy suka mengamati siapa saja, termasuk dewi persik. ha2

    to: ivanmuhatr
    menjadi pengemis ya? he2.

  16. suarahimsa says:

    Patut disayangkan memang kesadaran kritis perempuan terhadap kapitalisasi sensualitas tubuh perempuan tidak berkembang dengan baik. Padahal wacana kesetaraan gender dan feminisme telah bercokol dalam kesadaran perempuan. Di sisi lain, paham tubuh postmodern yang mementingkan citra tampaknya bersaing ketat dengan feminisme. Ini semakin problematik mengingatkan sekelompok kecil perempuan merasa apa yang dilakukannya bukan semacam eksploitasi tubuh. Perempuan malah merasa mendapatkan keuntungan materi yang melimpah. Terjadilah simbiosis mutualisme antara pemilik modal dengan sensualitas tubuh perempuan.

    Yah, mungkin ibu kita Kartini hanya bisa bersedih didalam kuburnya melihat realitas perempuan Indonesia sekarang

  17. haris says:

    to:suarahimsa

    feminisme di indonesia belum bisa menyentuh seluruh perempuan dlm segala lini. selalu saja ada yg luput…dan patriarki, eksploitasi, dll, masih saja ada

  18. .::yenihayatku::. says:

    mas tulisannya bagus…
    met lebaran yach…
    saya memang tak mahatahu, meski bisa berprasangka, mending saya angkat tangan aja deh berkomentar…
    terkhir liat dewi persik ya saat maen tali pocong perawan itu..
    gak nyambung banget…

  19. fatamorgana says:

    artikel yg menarik. Saya juga termasuk yang tidak suka dengan cara Dewi Persik bergoyang. Selain itu, cara dia menghadapi celaan masyarakat juga tidak simpatik. Ada gula ada semut. Ada goyang erotis yaaa…ada yang ‘piktor’.

  20. Rivai says:

    Artikel yang bagus! Menambah wawasan saya sebagai pembaca…!

Leave a Reply to low mortgage loan rate Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>