MTV dan Problem Identitas Kaum Muda

You may also like...

7 Responses

  1. S.A says:

    dohhh makanan kebudayaan gak bisa dipukul rata hanya dengan berstrategis di lingkungan yang dianggap strategis, budaya itu bersifat lentur…

  2. rezKY p-RA-tama says:

    ya begitulah, sekarang budaya indonesia jauh tidak berkembang dibandingkan budaya barat,
    mungkin kita harus merefresh budaya kita agar tidak semakin jauh tertinggal

  3. Dony Alfan says:

    Wah, saya dulu kepingin beli buku ini, tapi uang tak cukup, hehe.
    Secara umum, kelihatannya apa yang dilontarkan oleh Dadang Rusbiantoro dalam buku ini bukanlah hal baru. Sudah terlalu banyak artikel2 yang membahas fenomena MTV ini.
    Saya salut dengan MTV atas dampak yang ditimbulkannya, dahsyat betul, terlepas itu dampak baik ataupun buruk.
    Mungkin harusnya pak/mas Dadang itu bikin buku yang lebih kini temanya: “Generasi Facebook”. Haha!

  4. zenteguh says:

    selalu ada plus n minus dalam tiap kelahiran “kultur” baru. Termasuk MTV. Dalam kasus ini, saya banyak menikmati plusnya karena saya anggap satu di antara banyak oase kehidupan. Tapi saya bukan penganut mtvisme lo mas..

  5. haris says:

    @ dony
    betul agak ketinggalan, tapi tetap berguna kok. menambah literatur kajian budaya pop kita. kamu aja yg bikin generasi facebook. he2.

    @zenteguh
    betul sekali, mas. plus itu biasanya disertai dg minus:)

  6. Perpustakaan Ideal Indonesia says:

    apa y??

    aku kok bingung y

    pernah liat bukunya sh..
    tp blum baca..
    bagus tah bukunya..

  7. Anonymous says:

    berat banget sih bahasanya
    nyantai aj lagi

Leave a Reply to Dony Alfan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>