Panggil Dia Megawati Saja

You may also like...

31 Responses

  1. hedi says:

    Ah saya dari dulu ga terlalu suka (politik) bu mega. Pertama mengkritik BLT, eh kok kemudian malah menggunakan isu BLT buat mencari simpati…aneh

  2. cebong ipiet says:

    lah bukannya soekarno putri emang udah asli namanya ? 😀

    pada dasarnya bukan pada nama, tapi pada kinerja nyatanya

  3. senoaji says:

    orde baru pun punya traumatik persoalan karisma Soekarno, yang ditakuti itu menurun pada putrinya dengan kantung partainya!

  4. bias says:

    ah, Shakespeare aja bilang

    “What’s in a name?
    That which we call a rose
    By any other name
    Would smell as sweet”

  5. CIWIR says:

    megawati sangat berbeda luar binasa dengn soekarno bapaknya.
    beberapa kesamaannya adalah dia dikultuskan juga, namun karena ia anak soekarno, bukan karena kepemimpinan dan kecerdasannya.

  6. Andre says:

    Menanggung nama ayah yang super hebat memang berat…

  7. Anonymous says:

    Sbg wanita sy bangga ktika kaum sy maju sbg pemimpin negri ini, walo sy setuju gak setuju ketika wanita jadi presiden, tapi kalo ibu yg satu ini sy kurang setuju. Ibu yg ini beda jauh dg ayahny yg notabene proklamator dan memiliki kharisma hebat. Cuman krn menyandang gelar putri proklamator jd ibu ini mempunyai dukungan lebih. Padahal gaya politikny mnrt sy tdk sehat, tak suka sy

    ~wong magelang

    Males msk blogspot,he..

  8. Pencerah says:

    sayang tidak suka mega

  9. annosmile says:

    wah..sayangnya saya nggak suka pemimpin perempuan
    walaupun sudah emansipasi wanita
    tetap aja ada batasannya sesuai dengan kodratnya
    weh..bila ada saah kata mohon maaf ya

  10. ezra says:

    saya yakin mereka yang mendukung megawati hanya rindu akan soekarno. bukan mega yang sedang berorasi yang mereka dengar, namun gambar soekarno yang dicetak besar-besar di backdrop panggung kampanye yang mereka lihat.
    ya, saya setuju, sebaiknya beliau mulai berpikir untuk menggunakan nama megawati saja.

  11. nanoq da kansas says:

    tetanggaku bilang begini: “Soekarno saya tahu! Megawati? Siapa Megawati?”

  12. sawali tuhusetya says:

    itu hanya sebagian trauma politik yang dialami oleh para pejabat orba, mas haris, sikap represif mereka mungkin juga bisa menular kepada rezim yang mendapat giliran berkuasa. biasanya ada kecenderungan, sebuah rezim akan mempertahankan kekuatan statusquo-nya.

  13. syafwan says:

    Saya kagum dengan bu Mega. Tapi yang saya tidak senengi adalah; ketika banyak partai politik ngaku-ngaku ngusung filsafat bung Karno. Memang, beliau adalah tokoh penting dalam kemerdekaan RI. Tanpa beliau kita tidak mungkin bisa seperti sekarang; maju dan berkembang. Tapi bukan berarti beliau di dewakan. Apalagi sampai dipaksa-paksakan dan apabila terjadi penghianatan atas prinsif beliau, apa itu juga salah beliau? politik memang aneh, seaneh konetar saya, maklum cuma itu yang saya bisa

  14. suryaden says:

    saat ini adalah tes terakhir untuk bu mega, tapi ada juga lho yang lain, baru lagi, ndompleng bapake… bwahaha….

  15. suwung says:

    wew kok bertolak belakang dengan kenyataan?
    dinasti mega dah ada tuhhhhhh

  16. byme says:

    oke deh gwa akan panggil dia megawati
    byme

  17. gajah_pesing says:

    maaf, saia gak paham politik

  18. Tukang Nggame Arsip says:

    ga pa2 kalo nama belakang nama ortunya,,,yg nentuin dia…suaminya proteskah enggak kan…

    salam nal ya….

  19. Sidik Nugroho says:

    bagaimanapun, mega memiliki karakternya sendiri. apa pun kata ben, supeni, dan sukma, tak serta-merta membuat kita menjadikan soekarno sebagai tolok ukurnya. mega lain, pak karno lain.

    yang jelas, mega lemah dalam soal menangani konflik. alih-alih bersaing dengan sehat, ia lebih sering menyindir dengan sengit lawan politiknya. keberaniannya lebih tertuang dalam sikap-sikap defensif yang berawal dari kepanikan. diamya juga bermakna serba-relatif.

    inilah yang membuat dia, selain kurang radikal, juga — oleh seorang yang saya lupa namanya — dapat terkatogeri belum berkaliber negarawan ulung.

    tapi, bagaimanapun lagi, mega tatap memiliki posisi di sebagian hati rakyat. karena itu, andaikan ia terpilih, semoga ia makin bijak dan lebih santai.

  20. Sigit Nugroho says:

    Baiklah akan saya panggil dia mbokdhe Mega saja…tapi kalo dipikir2 lagi buat apa saya manggil2 dia???

  21. hasssan aly says:

    saya sendiri tidak suka dengan politisi yang mengusung nama “warisan”.

    kalo tidak punya kemampuan mending tidak usah ikut-ikutan berpolitik.

  22. Anonymous says:

    kasihan ibu Megawati & PDI Perjuangan dari dulu, difitnah mulu
    jaman Orba begitu.
    eh jaman SBY begitu juga.

    padahal apa yang diperbuat ibu Mega , sehingga banyak orang2 yang memfitnah beliau.

  23. Anonymous says:

    keturunan pak karno kan banyak.. tapi ngak ada yang berhasil dipolitik dan bahkan ynag sampai meluluskan kuliahny/sarjananya hanya guruh saja waktu taun berapa y q lupa.
    setauku itu memeng kesengajaan wktu keotoriteran pemerintahan soeharto.. soeharto ngk mw nek keturunan soekarno ada yg mengalahkannya sehingga keturunan soekarno yg begitu banyak dibelengu dan tak terdengar gaungnya dlm pemerintahan sekarang..
    tapi pas bu mega diberi kesempatan menjabat presiden dy jg ngk membawa keperubahan yg lebih bagus kok
    taw ah gelap

  24. zenteguh says:

    Tak dimungkiri sedikitpun bahwa Megawati tak sehebat Bung Karno. Namun, tak dapat diingkari pula bahwa dia kini adalah satu-satunya anak tokoh proklamator itu yg terus menceburkan diri dalam dunia politik. Kepada Mega lah para pengagum dan penganut garis perjuangan bersandar ke Mega. Mungkin orang2 sprti ini kecewa krn anak2 yang lain tak ada yang sedalam Mega dlm brpolitik. Lepas bagus atau tidak kepemimpinannya, dia tetap punya kharisma tersendiri. Paling tidak buat PDIP-mania dan nasionalis lainnya

  25. Kus Andriadi says:

    baru tau loh saya klo di orde baru sampe segitunya…maklum,,masih umur 5 taun waktu taun 1996..T__T

    btw salam kenal yoo…

  26. Dony Alfan says:

    Yah, seperti kata Budiarto Shambazy, Megawati itu hanya teh celup rasa Soekarnoisme : p
    Tahu nggak siapa yang bakal menggantikan Megawati di dinastinya? Kabarnya sih Puan Maharani! Bahkan di baliho kampanyenya dulu ada keterangan “Putri tunggal Megawati Sukarno Putri”, lengkap dengan foto ibunya dan embahnya, haha

  27. itempoeti says:

    Cara yang dilakukan oleh rezim orde baru terhadap lawan-lawan politiknya dengan cara yang represif dan opresif memang terbukti sangat tak beradab.

    Namun di sisi lain, membangun kekuatan politik dengan mengandalkan kultus individu yang fanatis juga merupakan proses pembodohan politik rakyat.

  28. masmpep says:

    soekarnoputri itu kan trahnya sukarno. nama belakang. nama keluarga. siapapun anak soekarno berhak menyandang nama itu. kita saja yang memaknai nama belakang dengan kebesaran, wibawa, dan seterusnya. jadi bukan mega yang dilarang memakai nama soekarnoputri, tetapi ajaklah orang untuk berpikir bahwa soekarnoputri itu tak bermakna apa-apa. seperti halnya hastiyanto. firdaus. atau yudoyono…

  29. Anonymous says:

    pake nama sukarno putri sih ga masalah
    emang itu namanya
    tapi soal kemampuan ya jauh lah di banding bokapnya
    lebih baik bupati karang anyar lho

  30. anny says:

    Yang bikin sistim kerja kontrak putus terhadap buruh juga si Ibu Mega ini kan

  31. haris says:

    terbukti bahwa mega tak lagi bisa berlindung di bawah ketiak ayahnya terus-menerus kan. he2

Leave a Reply to Pencerah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>