Pemuda dan Simplifikasi

You may also like...

20 Responses

  1. hmm … sumpah pemuda diperingati tiap tahun. tapi rasanya kok ndak ada perubahan, ya, mas. saya hanya melihat generasi mudah sekarang, seperti jajak pendapat kompas mulai bersikap apolitis. gejala apakah gerangan?

  2. andif says:

    tetap semangat!!!
    salam,

  3. Deka says:

    Menarik sekali. Saya kira makna pemuda pemudi disini bukan berdasarkan umur, tua atau muda. namun secara umum. Mengenai makna Sumpah Pemuda mungkin sudah sangat jelas, namun pada konteks penearapannya masih perlu penyesuai dengan masa sekarang. Just My Opinion.

  4. Tantangan zamannya memang beda. Yang sekarang, (sebagian) dari mereka memang merasa sebagai mondial yang kebetulan sedang terdampar di Indonesia. Yang penting kan kreatif, bisa mengembangkan diri. Kalau tak cocok dengan kondisi, ya hanya dua cara. Melompat keluar atau ikut bergerak mengubah sesuatu dari dalam. Masalah kelas menengah kan antara lain itu. Kalau kepentingan mereka tersundut, ya bereaksi dengan perluasan gerakan. Lha zaman 1928 itu, para students itu kan kaum elitis juga? Bagusnya mereka berani melawan arus yang menerima penjajahan sebagai kewajaran.

  5. nahdhi says:

    Karena jaman udah berbeda, tentunya cara2 perjuangannya juga berbeda. Iya to?

  6. suwung says:

    asal jangan sumpah serapah

  7. wibisono says:

    oke,, artikel bagus,,,

    tapi pemuda sekarang pola pikirnya beda dengan yang dulu…

  8. zee says:

    Hhmm…
    Sebenarnya semua ini tidak lepas dari derasnya pengaruh budaya barat terhadap pemuda kita. Pola pikir dan selera mulai berubah, kreatifitas juga beda dan cenderung kebarat- baratan. Susah utk mengembalikan kualitas kalo masih terus berkiblat pada luar negeri.

  9. LT13 says:

    Sepertinya sudah dari dulu jamannya begitu…

    angkatan tahun 40-an menganggap generasi 60-an ndak sekuat mereka dalam hal apapun…
    angkatan tahun 50-an menganggap generasi 70-an ndak sekuat mereka dalam hal apapun…
    angkatan tahun 60-an menganggap generasi 80-an ndak sekuat mereka dalam hal apapun…
    angkatan tahun 70-an menganggap generasi 90-an ndak sekuat mereka dalam hal apapun…
    angkatan tahun 80-an menganggap generasi 2000-an ndak sekuat mereka dalam hal apapun…
    nantinya angkatan tahun 90-an akan menganggap generasi 2010-an ndak sekuat mereka dalam hal apapun…

    semua sama….

  10. masnur says:

    Itulah kenapa sampai sekarang saya masih belum “ngeh” menonton film Indonesia yg seperti dikatakan diatas selain kurang mutu, kurang semangat juga kurang mencerminkan sebuah jaridiri yang berkualitas. Ya….cuma seputar yang itu-itu saja.

    Menemunka kualitas dalam arti berselera tinggi (bukan pasaran) memang selalu sulit dan rumit namun pada dasarnya saya yakin pemuda Indonesia sangat mungkin dan bisa berbuat cuma masalahnya mau apa tidak, setelah mau – berani mengambil resiko apa tidak.

    Tapi memang masih rumit MAs ngomongin Indonesai termasuk pemuda dan semangatnya, hehe….

  11. Andy MSE says:

    jujur wae, aku bingung nek kon komentar masalah pemuda… (thinking)

  12. Reza Fauzi says:

    pemudaaaa… bangkitlah pemudaaaa

  13. Pencerah says:

    sudah saatnya pemuda bangkit menyingkirkan para orang tua yang tidak becus bekerja

  14. Daus says:

    Jadi, bagaimana mas? Tantangan dan dimensi sosiologisnya berbeda, tapi problem kebangsaannya menurut saya malah jauh lebih besar dari masa lampau, sebagaimana tertulis di paragraf-paragraf akhir tulisan mas.

    Saya menduga mas berbicara soal relevansi. Menurut mas, bagaimana seharusnya mengaitkan “pemuda” sebagai sebuah terminologi sejarah-sosiologis-antropologis dengan realitas kekinian?

    Salam kenal ya.

  15. haris says:

    @ daus

    kalo saya kok beranggapan susah sekali menempatkan “pemuda” sekarang dlm konteks problem kebangsaan kita. seperti dibilang pak sawali–yg menyitir jajak pendapat kompas–apolitisme adalah salah satu ciri mayoritas “pemuda” indonesia–meski apolitis tidak selalu sama dg bagus. mereka mngkn sudah saatnya tidak lagi terus-menerus dibebani harapan2 besar soal kebangsaan. pola pikir bahwa “pemuda”–khususnya mahasiswa–adalah “agen perubahan” juga sudah saatnya dirombak.

    salam kenal juga bang daus.

  16. elmoudy says:

    pisau analisa itu yang saat ini hilang bro..
    pemuda dan spiritnya ttelah terlepas dari koridornya
    minim adanya semangat membangun negeri
    setidaknya dari sini… kita mulai lagi

  17. Sumpah pemudah seharusnya selalu diamalkan oleh putra putri indonesia semua sampai sekarang, biar bisa membantuk indonesia yang benar-benar bersatu.
    tapi sekarang persatuan indonesia kurang, berarti juga sumpah pemuda masih kurang diamalkan dimaknai oleh masyarakat indonesia.
    mari kita mulai lagi dari sekarang!
    Cara Membuat Blog

  18. Zulhaq says:

    saya jadi malu ketika kemarin di tanyain tentang sumpah pemuda, lupa!!!

  19. rasanya makin lama, makin berkurang greget semangat pemudanya ..
    gmn cara meningkatkannya ya .. ?

    Cara Membuat Website

  20. zen says:

    apolitis, kata diktator dalam novel miguel angel asturias, adalah sebuah pilihan politis yang paling menyebalkan

    :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>