Apa yang Kau Cari, Surapati?

You may also like...

14 Responses

  1. ali label says:

    aku sudah menyukai Untung Surapati ketika aku masih SD (20 thn lalu), ketika membaca kisahnya di buku sejarah. Beberapa tahun lalu aku mencari tahu kembali tentnag sosoknya, dari bacaan yang aku baca-baca, aku merasa ada sedikit persamaan karakter aku dengannya. Aku punya sebuah rencana, jika aku punya anak laki2, akan aku beri nama, UTARA SURAPATI. Akan aku buat karakter seperti Untung Surapati, Berkepribadian kuat, berani dan punya kepekeaan sosial.

    Aku juga punya angan2, bahwa suatu hari nanti ada yang mengangkat kisah Untung Surapati ini ke sebuah film. Saat melihat film merantau yg diperankan Iko Uwais, pesilat Nasional. aku langsung berpikir, wah, Iko Uwais rasanya orang yg pas memerankan Untung Surapati. Aku pernah melontarkan langsung ideku ini ke produser film merantau, bisa saja terjadi, tinggal momentnya saja yg mungkin harus dicari.

    Setelah membaca reviewmu…. ada yg buat aku penasaran, darimanakah sumber sang Penulis dalam menggambarkan cerita Untung Surapati?. Kalau novel ini hanya roman, lebih banyak fiksinya dari pada faktanya. Ya… ini sih cuma novel biasa… bukan novel sejarah…

    nice review

    • haris says:

      saya jelas lupa mencantumkan bahwa novel ini adalah novel dengan latar sejarah yang sangat kuat. sumber2 sejarahnya berasal dari banyak buku, di antaranya Babad Tanah Jawi dan History of Java. jadi data sejarah dalam novel ini mendekati cerita sejarah yang selama ini dipercaya soal Untung Surapati. jadi, kesimpulan yg saya ambil pun pada akhirnya diambil berdasar cerita2 sejarah yang selama ini dipercaya soal untung surapati. :)

    • ali label says:

      kalau referensi novel ini banyak bersumber dari sumber-sumber sejarah, berarti novel ini bisa disebutlah novel sejarah. Jika demikian, rasanya novelnya jadi lebih menarik. Saya niatkan untuk membeli novel ini.

    • Hierro says:

      Bung Ali, ide Anda sama dengan saya. Film Untung Suropati, jika ada, maka yang layak memerankan nya adalah Iko Uwais, ………
      Bila perlu sutradaranya adalah Gareth Evans sutradara yang sukses membuat film Merantau dan The Raid jadi pembicaraan dunia.
      Bahan sudah tidak perlu sulit mencari-cari dokumen sejarah, tinggal kembangkan saja dari novel ini yang tebalnya saja 600 halaman.
      Soal modal….hmmm, dengan kesuksesan film The Raid yang mendunia saya rasa tidak akan sulit jika produsernya adalah Merantau Films
      Satu lagi, Indonesia di abad 21 ini hampir tidak pernah memproduksi film kolosal sekelas Tutur Tinular, Pahlawan Gua Selarong dll. Padahal di luar negeri, film-film jenis ini menuai sukses besar seperti Red Cliff, 300, Kingdom of Heaven dan Alexander The Great.

  2. Haris Firdaus says:

    setelah komentar pertama di posting ini, saya menambahkan sejumlah hal di dalam tulisan ini. intinya adalah, novel Yudhi Herwibowo ini bukanlah sekadar fiksi, tapi juga diperkuat oleh detail dan narasi sejarah yang kuat. daftar pustaka novel ini bahkan mencapai tiga halaman. maaf karena saat memposting tulisan ini pertama kali, saya lupa mencantumkan hal ini. :)

    • ali label says:

      Yup. saya merasa penambahan penjelasan tersebut sangat penting, karena Untung Surapati bukan tokoh Fiktif. Andai refensi dikit dalam artian novel ini banyak dibuat hanya rekaaan imaganiasi penulis, jadi kurang antusias membacanya. Lain hal nya jika ini Untung ini tokoh fiktif yg dimunculkan seperti Wiro Sableng misalnya.

  3. Haris senang aku baca tulisanmu.
    membaca judul tulisanmu, aku langsung bisa meraba isinya? ;D
    Data sejarah tentang mengapa untung surapati tiba-tiba berubah menjadi sosok lain, ada dalam semua buku sejarah yang kubaca. entah itu babad tanah jawa, atau pun terbunuhnya kapten tack. bahkan kalau kamu coba membuka wikipedia ceritanya pun begitu.
    Tentu permasalahan cinta membuat seorang tak cukup bisa berubah serastis itu bukan? pikiranmu sama sepertiku.
    Tapi tentu hal itu tak bisa dirubah bukan? semua orang bisa mengetahui fakta itu. Maka itulah aku berusaha membuat keadaan itu menjadi lebih logis dan masuk akal. aku ceritakan momen2 saat untung melihat gembel saat ia menemani Tembang Jara Driya. dari situ aku ingin menyelipkan sedikit sisi2 kedaerahan dirinya.
    kisah cinta terlarang itu sebenarnya hanyalah pemantik. untung tak cukup berubah saat percintaan itu. bukankah ia masih mau bergabung dengan voc? namun kemudian banyak kejadian yang membuat dirinya harus berubah. pertemuannya dengan pangeran purbaya, dan perlakuan seorang marsose padanya, itu sisi2 lain untuk menguatkan kelogisan perubahan sosok untung.
    terlebih saat ia tak bisa menahan diri untuk melawan marsose itu di sungai cikalong. sejak itu untung berubah, dan ia harus berubah bukan, terlebih setelah Suzanne meninggal.
    Pengejaran voc itulah yang memang merubah dirinya! ia harus bertahan bersama dengan orang2 yang mengikutinya. dan kupikir, dari itulah semua perubahan drastis itu menjadi lebih masuk akal, setidaknya menurutku. karena untung seperti tak lagi punya pilihan untuk tidak berubah.
    dan perubahan itu tentu saja berdampak! Karena untung harus menghidupi para pengikutnya dan mengumpulkan senjata untuk bertahan, maka hanya orang2 voc yang dapat menyediakan itu. maka itulah kemudian ia merampoknya. dalam buku terbunuhnya kapten tack, diungkit berkali2 soal itu. bahkan dari situlah sebutan begal melekat pada untung.

    @ untuk kawan ali label: saya merasa buku ini tak cukup banyak memainkan imajinasi saya karena data2 sejarah cukup banyak, dan saya tak cukup berani mengubahnya. nama2 marsose belanda sesuai aslinya. bahkan di bagian Kartasura, detail perang babarong saya ikuti sesuai tesis de Graff. itulah yang membuat saya kerap merasa kurang imajinatif menggarap bagian ini, berbeda saat saya menuli Pandaya Sriwijaya.
    mungkin yang masih banyak saya main2kan imajinasinya hanya di bagian Batavia. terutama soal percintaan Untung dan Suzanne.

    thanks

    • ali label says:

      Wow… penulisnya sendiri memberikan penjelasan… semakin penasaran.. :D

    • haris says:

      mas yudhi, tulisan ini adalah tafsir atas tafsir atas tafsir. kamu menulis novel berdasar tafsir atas kisah Untung di Babad Tanah Jawi, sementara aku menafsir cerita Untung yang merupakan tafsiranmu. padahal kisah di Babad Tanah Jawi pastilah juga merupakan tafsir atas kehidupan Untung. tidak masalah beda tafsir, yang penting adalah makna tafsir itu bagi hidup kita. begitu. :D

  4. giewahyudi says:

    Saya seneng ada novel tentang sejarah Indonesia kayak gini..
    Mempelajari Indonesia dengan cara yang mudah

  5. inilah salah satu kelebihan sebuah novel yang mengangkat kisah2 berlatar sejarah, mas haris. Mungkin teks ini jauh akan lebih “liar” dan menghanyutkan ketika sang pengarang (Yudhi Herwibowo) memiliki “keberanian” untuk menggunakan kekuatan imajiner dan penafsirannya utk mengeksplorasi sosok untung menjadi sosok yang lebih “manusiawi” lengkap dengan problematik kejiwaannya. tapi saya sungguh mengapresiasi karya kreatif ini. semoga sukses. salam buat Yudhi Herwibowo!

  6. Sang Nanang says:

    namanya jug manusia mas…..bahkan terhadap dirinya sendiri akan selalu ada tabir rahasia yang tidak akan tuntas terbuka, bahkan hingga ajal menjemput nyawa!

  7. @ haris : tentu ris, kamu bener. babad tanah jawa memang tafsir yang terus ditulis ulang dari berbagai versi. lama2, sadar-gak sadar buku itu seperti menjadi buku teks ;). para penulis sejarah sering mendasarkan pada buku itu, karena tak ada lagi data yang cukup lengkap dibanding itu. penelitian2 modern biasanya hanya mengambil bagian per bagian. tentu gak akan mencukupi dahaga para penulis dan pembaca yang selalu ingin lebih tahu. aku pun sekedar ingin menafsir ulang kisah itu… semoga bermanfaat, sebelum orang melupakan kisah itu…

    @ mas sawali : makasih mas, saya sendiri masih terus belajar kog mas.
    salam kembali ya mas. beberapa kali saya baca tulisan mas di blog… ;)

  8. tengkuputeh says:

    Sejarah adalah disiplin ilmu yang paling menarik. Ada banyak kejutan didalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>