Ciuman Terlarang di Borobudur

You may also like...

8 Responses

  1. kw says:

    hoho iya… aku juga melewatkan bagian tengah…
    itu maksudnya apa ya, jaman sd dulu disebut cerita berbngkai bukan? :))))))))

    • haris says:

      aku sih gak sampai melewatkan mas karmin. tapi malas sekali mencerna dengan sungguh2 semua teori, apalagi makalahnya itu. hehehe.

      aku juga gak terlalu tahu maksudnya apa, dan apa itu “cerita berbingkai” 😀

  2. yudhiherwibowo says:

    kamu sepertinya gak terlalu suka seri novel ini, tapi tetap saja membacanya paling pertama, hehe…

    • haris says:

      @Yudhi: tentunya tidak sangat pertama, Mas. kebetulan akhir2 ini memang lagi banyak baca novel saja 😀

  3. yomamen says:

    Sayang sekali kerumitan novel yang sampai dibuat berseri macam begini, ternyata hanya dilatari sesuatu yang terlalu sederhana macam uang :(

  4. Nufus says:

    Lalita bikin saya kecewa. Ekspektasi awal akan sebagus Bilangan Fu dan Manjali, tapi ternyata jauh di bawah itu. Oh ya, sekadar koreksi, ciuman pertama Parang Jati dan Marja justru ada di novel Manjali, waktu mereka tidur berdua di dalam tenda. Kalau tak salah dalam Lalita ini ciuman ketiga mereka 😀

    • Haris Firdaus says:

      @Nufus: wah terima kasih koreksinya. saya malah enggak ingat kalau di dalam tenda, marja dan parang jati berciuman. hehe. nanti saya coba baca2 lagi. soal kualitas, memang Lalita ini jauh di bawah manjali, walau manjali ya tetap jauh di bawah saman 😀

  5. Nuril desi says:

    Saya belum lernah membaca bilangan fu. Jadi penasaran…

Leave a Reply to Nuril desi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>