dunia, terutama kau, adalah puisi yang sulit berhenti..

TULISAN TERBARU »

Ziarah dan Manusia yang “Retak” 4

Ziarah dan Manusia yang “Retak”

Di Jawa, orang mungkin tak akan—atau tak bisa?—melupakan ziarah. Hari ini, meski kita telah menyaksikan orang berjalan-jalan di bulan, atau teknologi yang mampu melakukan rekayasa tertentu terhadap penciptaan makhluk hidup, tetap saja...

Sebab Waktu (Boleh Jadi) Adalah Puisi 4

Sebab Waktu (Boleh Jadi) Adalah Puisi

Ketika standarisasi waktu dibuat pada 1884, waktu telah berubah menjadi semacam ilmu pasti. Pada momen itu, tatkala terjadi penetapan meridian nol di Greenwich yang membagi dunia menjadi 24 zona waktu yang merata,...

Kemerdekaan dan Ihwal yang Tak Selesai 5

Kemerdekaan dan Ihwal yang Tak Selesai

Beberapa malam lalu, saat menyaksikan pentas monolog Putu Wijaya yang berjudul “Merdeka”, saya seolah diingatkan: kemerdekaan adalah sesuatu yang mungkin saja tak akan selesai. Di pentas dengan panggung minimalis itu, Putu membawa...

Proklamasi Luna dan Ilusi Kemerdekaan 14

Proklamasi Luna dan Ilusi Kemerdekaan

Di hadapan iklan, tak ada sesuatu yang sakral. Semuanya bisa dipermainkan, segalanya bisa menjadi sesuatu yang lucu atau menjual. Kadang, juga menipu. Lihat saja iklan kartu seluler XL yang terbaru. Dalam iklan...

Kaos yang Kehilangan Petanda 6

Kaos yang Kehilangan Petanda

Kerinduan membuatku seperti tanaman yang menenggelamkan dirinya kembali ke dasar bumi. Aku mengenakan kaos yang tidak terlalu panas waktu itu, untuk memelukmu. Seperti waktu yang menyatakan dirinya lewat mata kanak-kanak. Dan kau...

Sebuah Hujan yang Puisi 7

Sebuah Hujan yang Puisi

(Tentang Antologi Puisi “Aku Ingin Mengirim Hujan”) Puisi Indonesia modern adalah sosok yang akrab dengan hujan. Saya bayangkan, keduanya adalah karib yang telah lama saling kenal, sudah terlampau sering bertemu untuk bercakap,...

Subversi 7

Subversi

Dalam hidup yang sudah terlampau banyak cincong ini, sebuah puisi seharusnya hadir sebagai sebentuk subversi—dalam artinya yang dinamis. Puisi—atau fiksi yang lain—sudah sepantasnya datang sebagai semacam alternatif—sekali lagi, dalam maknanya yang dinamis—guna...

Pojok Jalan 2

Pojok Jalan

Sebuah pojok jalan, saya kira, bukan sebuah rumah. Dari sejumlah cerita pendek Iwan Simatupang yang pernah saya baca, saya paling tak bisa melupakan kisah berjudul “Tunggu Aku di Pojok Jalan Itu”. Cerita...

Perbuatan 3

Perbuatan

Saya menonton Film “Lions for Lambs” baru-baru ini dan tahu: ada sesuatu yang jauh lebih berarti ketimbang argumentasi yang ditata rapi, rencana luar biasa yang mungkin tanpa cela, dan pikiran cemerlang yang...

Layang-layang 2

Layang-layang

Dulu pernah kau belikan aku sebuah layang-layangpada hari ulang tahun.Aku pun bersorak sebagai kanak-kanaktapi hanya sejenak. (Sajak “Layang-layang” Joko Pinurbo) Beberapa hari ini, tiap kali pulang ke rumah kala sore hari, saya...